Ilustrasi honeymoon | Sumber foto: lookstudio via Freepik

Kenali Ragam Istilah yang Digunakan Dalam Travelling

Izi Roam | 18 Feb 2022

Kenali ragam istilah yang digunakan dalam travelling, yuk!

Sejalan dengan wacana Pemerintah yang akan memangkas periode karantina menjadi hanya tiga hari saja bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri pada bulan Maret mendatang, kabar ini disambut baik oleh seluruh Traveller Indonesia yang kerap bepergian.

Sembari menunggu terealisasinya wacana yang dimaksud, saatnya melakukan serangkaian persiapan sebelum bulan depan siap melakukan perjalanan.

Salah satunya adalah dengan mengenali ragam istilah yang digunakan dalam travelling. Apa saja?

Staycation

Staycation adalah istilah yang berasal dari Amerika Serikat dan merupakan neologisme dari gabungan dua kata bahasa Inggris yakni stay yang berarti tinggal dan cation dari kata vacation yang artinya adalah liburan.

Dikutip dari Worldpacker, staycation dimaknai juga sebagai aktivitas liburan yang dilakukan dengan tinggal di area yang dekat dari tempat tinggal. Kegiatan ini biasanya lebih menghemat biaya dan waktu.

Umumnya staycation dilakukan dengan menghabiskan waktu di hotel pilihan. Bisa sendirian, dengan pasangan atau dengan seluruh anggota keluarga. Selama staycation, sama dengan liburan pada umumnya, orang-orang akan menghabiskan waktu untuk menenangkan diri, untuk evaluasi diri, menghilangkan rasa penat dengan menjauh sesaat dari aktivitas berat, sampai bersenang-senang dengan memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan oleh hotel.

Lama staycation tergantung dengan kebutuhan masing-masing individu. Ada yang cukup menghabiskan waktu sehari, ada yang dua hari bahkan ada yang sampai seminggu.

Glamping

Sama dengan staycation, glamping juga merupakan neologisme dari kata glamorous dan camping disingkat jadi glamping.

Sesuai namanya, glamping merupakan akomodasi mewah yang bisa kamu pilih untuk menginap saat berkunjung ke suatu destinasi wisata alam. Mirip kubah atau tenda berukuran besar dengan fasilitas yang tak kalah dengan hotel bintang lima.

Biasanya setiap tenda berisi tempat tidur yang nyaman, kamar mandi pribadi, bath up, bahkan bila menginap di glamping yang meawarkan harga tinggi, kamu juga bisa mendapatkan fasilitas seperti kolam renang pribadi dan floating breakfast.

Sama seperti hotel pada umumnya, fasilitas setiap glamping berbeda dan tidak bisa disamakan.

Honeymoon

Pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan umumnya akan mengambil waktu untuk dihabiskan berdua ke suatu tempat romantis impian keduanya atau salah satu pasangan.

Travelling tepat setelah hari pernikahan ini disebut honeymoon yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah bulan madu. Tujuannya untuk bersenang-senang, lebih mengenal pasangan dan momen yang tepat untuk makin merekatkan hubungan.

Babymoon

Istilah babymoon pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis buku kehamilan asal Inggris, Sheila Kitzinger. Sebagaimana namanya, liburan ini dilakukan ketika sang ibu dalam kondisi mengandung dengan usia kehamilan 14 – 28 minggu. Perjalanan dilakukan bersama ayah dari calon buah hati.

Babymoon sendiri dilakukan untuk mengurangi stress sebelum menghadapi hari-hari menjadi orang tua dan membantu menenangkan ibu hamil sembari menunggu waktu persalinan tiba.

Backpacker

Backpacker adalah orang yang melakukan perjalanan atau mendaki yang bersifat adventure atau survival hanya dengan membawa tas ransel. Tim backpacker biasanya bepergian dalam kurun waktu yang lama untuk memenuhi keinginannya akan hal-hal baru bisa seperti pembelajaran, sekedar menjelajah, mengenal budaya, sampai interksi sosial. Mereka lebih bebas mengeksplore perjalanan.

Baca juga: Tips Travelling Ala Backpacker Bareng IziRoam

Flashpacker

Tak jauh berbeda dengan backpacker, flashpacker umumnya traveller yang memiliki budget yang lebih aman. Bisa disebut satu level di atas backpacker.

Liburan ala flashpacker ini umumnya mengutamakan kenyamanan sekaligus pengalaman selama bepergian. Itu mengapa mereka siap memberikan biaya lebih untuk mendapatkan kenyamanan tersebut.

Oh ya, flashpacker ini umumnya kalangan muda umur 25 tahunan ke atas yang sudah memiliki pekerjaan.

Mancation

Khusus untuk laki-laki. Begitulah mancation dikenal selama ini. Wanita tidak boleh dan tidak diizinkan untuk bergabung dalam trip ini karena kegiatan yang dilakukan umumnya masuk dalam kategori ekstrim.

Campervan

Yang terakhir, ada liburan ala campervan.

Campervan merupakan mobil van yang dilengkapi dengan tempat tempat tidur, dapur kecil, dan fasilitas kamar mandi dasar. Pemilik van biasanya akan bepergian dengan kendaraan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Mereka akan tidur di van dan melakukan kegiatan-kegiatan dasar dalam kemping di tempat-tempat pemberhentian. Hingga waktunya tiba nanti, mereka akan kembali ke rumah dengan mengendarai kendaraan yang sama.