Ilustrasi makan bersama saat Ramadan | Sumber foto: rawpixel.com via Freepik

3 Tradisi Masyarakat Indonesia Menyambut Ramadan

Izi Roam | 08 Apr 2022

Memang, sejumlah tradisi hanya bisa kita lihat dan nikmati di hari-hari atau tanggal tertentu saja, termasuk di bulan Ramadan. Berikut adalah tiga tradisi masyarakat Indonesia dalam Menyambut Ramadan.

 

Sudah jadi rahasia umum, sejumlah tradisi akan muncul di hari-hari atau tanggal tertentu. Salah satunya, hari besar keagamaan. Tak ketinggalan Hari Raya Idul Fitri.

Bulan Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia. Di hari besar ini, umumnya ada sejumlah tradisi yang hanya bisa nikmati di hari besar itu sendiri.

Berikut adalah 3 tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadan:

Bersih-bersih

Sebetulnya kegiatan bersih-bersih di tiap-tiap rumah dilakukan setiap hari, tapi berbeda dengan memasuki bulan Ramadan. Aktivitas bersih-bersih ini dilakukan secara menyeluruh ke seluruh sudut rumah, termasuk bagian pekarangan. Tak hanya itu, aktivitas ini juga biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga sehingga memberikan kesan riuh, ramai dan menyenangkan bila dilihat dari luar.

Bersih-bersih ini juga tak hanya dimaknai dari dalam dan luar rumah saja, ada juga yang memaknai dengan mengubah tampilan diri seperti memotong rambut agar terlihat lebih rapi saat bertemu anggota keluarga.

Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta misalnya, sebelum memasuki bulan Ramadan, masyarakat beramai-ramai melakukan “padusan”.

Padusan diambil dari kata dasar padus dari bahasa Jawa yang bermakna mandi. Ya, tradisi padusan ini merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan lainnya di bulan suci Ramadan. Biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadan tiba.

Di Jawa Barat aktivitas bersih-bersih atau menyucikan diri menjelang bulan suci Ramadan ini disebut juga Kuramasan.

Belanja perhiasan emas

Bulan suci Ramadan juga identik dengan Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR), yakni pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh menjelang Hari Raya Keagamaan.

Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan berhak mendapatkan THR keagamaan dari perusahaan. Pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Ketentuan ini juga diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Ngga heran, begitu THR dicairkan kepada pekerja/buruh, toko emas biasanya langsung ramai. Hal ini karena selain fungsinya mempercantik diri, emas juga jadi salah satu pilihan untuk berinvestasi.

Makan bersama

Kegiatan makan bersama juga akan mudah ditemukan di sejumlah tempat di Indonesia sebelum memasuki bulan Ramadan.

Di Aceh misalnya, ada tradisi Meugang atau Makmeugang yang telah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh dan terus dijaga hingga saat ini. Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu.

Untuk memenuhi Meugang ini, warga akan menyembelih kurban berupa kambing atau sapi, namun ada juga yang menyembelih ayam atau bebek. Acara ini diselenggarakan tiga kali dalam setahun yakni Ramadan, Idul Adha dan Idul Fitri.

Di Kendal tradisi makan besar ini dihiasi dengan makan telur ikan, di Padang Pariaman diisi dengan istilah Malamang yang merujuk pada membuat lemang.

Selain itu, ketupat juga biasanya akan mudah sekali ditemukan saat bulan Ramadan. Ya, ketupat memang tak bisa dipisahkan dari Ramadan hingga Lebaran. Dilansir dari travel kompas, Sejarawan Universitas Padjajaran Bandung menyebutkan, Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai keislaman.

Ketupat mewakili dua simbolisasi, yakni ngaku lepat atau mengakui kesalahan, dan laku papat yang artinya empat laku dari wujud empat sisi ketupat yang bermakna:

  • Lebaran dari kata dasar lebar berarti pintu ampun yang dibuka lebar terhadap kesalahan orang lain
  • Luberan dari kata dasar luber yang berarti melimpahi, memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan
  • Lebaran dari kata dasar lebur yang berarti melebur dosa yang dilalui selama satu tahun
  • Laburan dengan kata lain kapur, yakni menyucikan diri, putih kembali seperti bayi.

Itu dia tiga tradisi yang sering ditemukan di Indonesia ketika menjelang Ramadan.