Ilustrasi macet di jalanan | Sumber foto: wildmedia via Freepik

Libur Diperpanjang, Berikut Panduan Arus Balik Mudik Lebaran

Izi Roam | 10 May 2022

Libur sekolah diperpanjang, ASN dan pegawai swasta DIANJURKANW WFH, kamu yang belum kembali dari mudik Lebaran, ketahui serangkaian panduan arus balik yang mungkin akan membantu selama perjalanan...

Usai sudah edisi mudik Lebaran tahun ini. Semua kegembiraan terbayarkan setelah 2 tahun tak saling bertemu merayakan hari kemenangan sebagai salah satu dampak dari hadirnya pandemi Covid-19. 

Sayangnya, meski telah dipersiapkan jauh-jauh hari, rupanya sejumlah kendala masih dihadapi sepanjang pelaksanaan mudik, salah satunya kemacetan. 

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah memperpanjang libur sekolah yang semula hanya sampai tanggal 9 Mei, kini sampai 12 Mei. Hal ini dilakukan akibat kemacetan yang terjadi di sejumlah titik di Indonesia. 

Adapun wilayah yang mendapatkan perpanjangan libur lebaran adalah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Tak hanya pelajar, Pemerintah juga memberikan himbauan agar ASN dan pegawai swasta memberlakukan work from home (WFH) untuk tujuan yang sama. 

Nah, bagi kamu yang belum ikut memenuhi arus balik mudik, kabar baiknya sih puncak arus mudik sudah terlewati yang diperkirakan terjadi pada 8 Mei lalu, meski demikian, tetap penting untuk melakukan sejumlah riset informasi untuk mempersiapkan diri.

Selain memperpanjang liburan, berikut adalah serangkaian panduan arus balik yang mungkin akan membantu selama perjalanan

Wajib vaksin dan mengisi e-HAC

Salah satu hal yang wajib dilakukan baik saat mudik Lebaran pertama kali diizinkan adalah vaksin lengkap yakni 2 dosis primer dan 1 booster. Pastikan aplikasi PeduliLindungimu bisa menunjukkan sertifikat vaksin tersebut mengingat pemeriksaan acak masih terus dilakukan. 

Bagi kamu yang baru vaksinasi dosis kedua, diwajibkan untuk melakukan tes antigen 1x24 jam atau RT PCR 3X24 jam dengan hasil negatif. Sedangkan bagi yang baru menerima satu kali vaksin, wajib menunjukkan RT PCR 3X24 jam dengan hasil negatif. 

Sedangkan bagi pelaku perjalanan di bawah usia 18 tahun, dikecualikan terhadap ketentuan di atas. 

Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa pula untuk mengisi e-HAC, electronik - Health Alert card yakni kartu kewaspadaan kesehatan versi modern yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Ketahui ruas jalan one way arus balik

Untuk menyiasati terjadinya kemacetan, umumnya Pemerintah akan memberlakukan one way atau sistem jalur searah. Ketahui titik-titik jalan yang melakukan sistem ini. Selain itu, adapula contra flow di sejumlah jalan untuk tujuan yang sama. 

Jangan lupa pula adanya pemberlakuan ganjil genap di beberapa titik jalan, ya. 

Tilang elektronik mengintai, patuhi aturan berkendara

Setiap pemudik tentu berharap agar perjalanannya dapat berjalan lancar tanpa halangan yang menyebalkan termasuk kemacetan bahkan tilang elektronik. 

Sama seperti mengurai kemacetan, butuh kerjasama antara Pemerintah dan pengguna jalan raya agar tidak perlu ada drama tilang elektronik sepanjang mudik. 

Untuk itu, sebelum melakukan perjalanan arus balik, ketahui dulu tips jitu hindari tilang elektronik kemera ETLE. Ini berlaku baik untuk pengemudi motor maupun mobil. 

Perlu diketahui, sanksi pelanggaran tilang elektronik tidak hanya berupa denda, ada pula potensi terkena kurungan penjara. Wah, seram ya, Iziers!

Untuk pengguna mobil, sabuk pengaman masuk dalam pantauan, selain itu, tilang elektronik juga akan menindak pengendara yang melebihi batas kecepatan, yakni 100 Km per jam. 

Kamu tidak bisa melawan ketentuan tilang elektronik tersebut karena memang sudah diatur dalam Undang-undang. Para pelanggar batas kecepatan akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 Ayat 5 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 yakni:

(5) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a dipidana dengan pidana kurangan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (Lima ratus ribu rupiah).

Pastikan saldo e-toll mencukupi

Tarif tol berbeda untuk tiap golongan kendaraan dan tujuannya, kamu bisa melakukan sedikit riset tarif tol yang akan kamu lalui untuk mempersiapkan saldo e-tollmu agar mencukupi selama perjalanan. 

Urusan saldo e-toll ini memang tergolong sepele, namun bila sampai kurang saat masuk tol, imbasnya antrian bisa memanjang dan kendaraan di belakang akan semakin tidak nyaman. 

Itu dia beberapa panduan arus balik mudik yang mungkin bisa membantu. Hati-hati di jalan ya, Iziers!