Mangrove di Kampung Blekok | Foto: Andik Hermasyah

4 Desa Wisata Cantik di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Izi Roam | 10 May 2022

Berdasarkan data yang disampaikan Kemeparekraf, Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata. Memang keseluruhan desa cantik dan memiliki pesonanya sendiri, namun berikut setidaknya empat dari ribuan desa wisata di Indonesia yang bisa menjadi referensi tempat untuk kamu kunjungi...

Desa wisata merupakan konteks wisata pedesaan dengan aset kepariwisataan berbasis potensi desa dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisata ke desa tersebut. 

Aset yang dimaksud termasuk pemandangan alam, atraksi, kuliner akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. 

Beberapa tahun belakangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatiF (Kemenparekraf) bahkan telah memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran desa wisata ini dengan menghadirkan event bertajuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Event ini diharapkan menjadi jembatan pembuka jalan agar desa wisata Indonesia mampu bersaing dan menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi yang pada akhirnya dapat mendorong ekonomi dan pembangunan daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang disampaikan Kemeparekraf, Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata. Memang keseluruhan desa cantik dan memiliki pesonanya sendiri, namun berikut setidaknya empat dari ribuan desa wisata di Indonesia yang bisa menjadi referensi tempat untuk kamu kunjungi:

Desa wisata sungai batang, Agam

Terletak di tepian Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, desa wisata sungai batang memiliki sejumlah potensi wisata budaya, sejarah dan tradisi adat istiadat yang masih kental dan terus dijaga. Desa wisata ini juga merupakan tempat tokoh pahalwan nasional Buya Hamka - sang Ulama dan Sastrawan yang tercatat dalam sejarah turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi - dilahirkan. 

Di tempat ini, kamu juga berkesempatan untuk menikmati serunya makan Bajamba, atraksi Tambua Tansa, mamukek lauak, menangkap rinyuak, babaliak ka surau, Silek dan kerennya aksi Tari Galombang. 

Oh jangan lupa, nikmati juga sensasi menginap di Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Sumatera Barat, yang hingga kini masih terus dilestarikan. Harganya pun terbilang miring. 

Wisata alamnya? Cukup variatif, kamu bisa mengunjungi Pantai Tapian Kualo, Ranggah View, hingga Sarasah Ujung Hulu Kamba. Di Desa wisata Sungai Batang, kamu juga bisa mendapatkan buah tangan dengan mudah seperti Dendeng Rinyuak, Randang Paku, Urai Pensi Balado, Penyek Rinyuak, dan olahan kue Khas Minang. 

Desa wisata Baduy, Banten

Terletak tak jauh dari Ibukota Jakarta tak membuat Desa wisata Baduy tergerus modernisasi. Terletak di Desa Cibeo Kabupaten Lebak, sekitar 40 km dari Rangkasbitung, desa Baduy tak hanya sajikan pemandangan alam yang menenangkan, desa ini juga menawarkan sejumlah objek wisata seperti budaya yang bisa kamu jelajajahi. 

Penting untuk diingat, secara general, masyarakat Baduy baik Baduy dalam maupun Baduy luar yang sudah mengenal kehidupan modern tetap memegang prinsip untuk tidak menggunakan alas kaki, teknologi yang terlalu modern serta alat transportasi. 

Saat kamu memasuki daerah wisata ini, kamu dihimbau untuk turut menghormati dan menghargai peraturan adat di dalamnya tanpa membawa peralatan modern ke dalam karena masyarakat suku Baduy menganggap bahwa intervensi negara dan berbagai hal modern dapat menganggu kelangsungan hidup alam yang ada di Baduy. 

Kampung Blekok, Situbondo

Berhasil menyabet juara 1 kategori Desa Wisata Rintisan dalam ADWI, Desa Wisata yang terletak di Krojan Barat, Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo ini menghadirkan sejumlah objek wisata untuk pengunjungnya. 

Sebut saja kesempatan menikmati sajian "Selangit dengan ribuan burung". Istilah ini digunakan ketika pengunjung bisa melihat langsung ribuan burung air atau burung Blekok kembali ke habitatnya yang umum terjadi di sore menjelang maghrib. 

Di desa ini, kamu juga bisa membawa anak-anak untuk terjun langsung berkontribusi menjaga bumi lewat penanam pohon di hutan mangrove sekaligus menyeberang sungai dengan menggunakan perahu rakit. Super seru!

Oh jangan lupa, bila ingin membawa segudang cenderamata, di sini pula tempatnya. Sejak dahulu, Kampung Blekok telah terkenal dengan pengrajin yang menghasilkan berbagai oleh-oleh untuk dikirim ke berbagai destinasi wisata baik dalam maupun luar negeri. Jajan cenderamata di sini, harganya jauh lebih terjangkau. 

Desa Sade, Lombok

Bila bicara seputar kain tenun terbaik milik Indonesia, bisa dibilang, Desa Sade surganya.

Ya, Lombok harusnya berbangga hati tak hanya dikaruniai gunung dan pantai yang indah bahkan terbaru ada pula sirkuit Mandalika yang keindahannya telah melanglangbuana hingga mancanegara. Lombok juga turut dianugerahi desa wisata yang hingga kini terus terjaga. 

Namanya desa Sade, tak kalah dengan destinasi lainnya di Lombok, gaung nama Desa Sade juga telah terkenal hingga mancanegara, selain karena desanya yang masih asli, desa ini juga menghasilkan kerajinan tangan berbahan dasar kayu serta kain tenun terbaik dengan harga yang super terjangkau mulai dari Rp 250.000 per kain. Tergantung motif, bahan dan ukuran yang kamu pesan, ya. 

Desa Sade merupakan salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Uniknya, di desa ini, rumah-rumah dipel dengan menggunakan kotoran sapi. Meskipun demikian, aroma tak sedap tak menguar dari rumah tersebut karena kotoran sapi atau kerbau sudah terlebih dahulu dicampur dengan tanah liat lalu digosok ke lantai. 

Penduduk setempat percaya, bahwa menggosok lantai dengan kotoran sapi atau kerbau dapat mengusir nyamuk dan memberikan efek suhu sejuk dan hangat ketika cuaca dingin di dalam rumah.