Nasi Kentut dari Medan | Sumber foto: Travel Tempo

5 Nama Nyeleneh Kuliner Indonesia

Izi Roam | 12 May 2022

Dari 5.300 banyaknya makanan asli Indonesia, ada lho beberapa kuliner kita yang namanya nyeleneh abis! Alias aneh banget. Apa saja? Cari tahu sama-sama, yuk...

Bicara tentang kuliner Indonesia memang tak ada habisnya. Menurut data, tercatat sebanyak 5.300 makanan asli Indonesia. Bisa dibilang, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, setiap wilayah memiliki makanan khasnya sendiri. 

Kamu yang ke Sabang, pantang banget pulang sebelum nyicipin Rujak 0 Km sebagai salah satu kuliner di sana. Kalau ke Merauke, kita bisa menikmati Sagu Sep sampai puas. Begitupun dengan wilayah-wilayah lain, selain menikmati keindahan alam dan budaya, travelling di Indonesia memang tidak bisa dipisah dari sisi berburu kulinernya. 

Nah, ngomong-ngomong tentang kuliner nih, Iziers, tahu ngga sih, dari 5.300 banyaknya makanan asli Indonesia, ada lho beberapa kuliner kita yang namanya nyeleneh abis! Alias aneh banget. Apa saja? Cari tahu sama-sama, yuk!

Kue Ketawa

Sebetulnya saat proses pembuatannya, kudapan satu ini berbentuk bulat utuh dengan taburan wijen di seluruh permukaannya. Hanya saja, saat digoreng, adonan bulat tersebut kemudian perlahan merekah dan itu pula yang jadi bentuk akhirnya. 

Ketika disajikan, bentuk cemilan ini tak lagi bulat sempurna, melainkan sembarang dengan bentuk merekah di bagian tengah atau di sisi-sisi tertentunya. Kalau dilihat-lihat dengan seksama sih, bentuk tersebut bikin kuenya mirip seperti sedang tertawa, itu kenapa disebut kue ketawa. Hhihi. 

Makanan ini mudah ditemukan di Kota Pematang Siantar, atau wilayah Sumatera Utara pada umumnya. Namun kini semakin merebak dan bisa kita temukan di berbagai wilayah di Indonesia dengan bentuk yang berbeda. 

Di wilayah lain, kudapan ini dinamai Onde-onde ketawa dan ukurannya jauh lebih kecil. 

Kerupuk Miskin atau Kerupuk Melarat

Aduh, kalau dengar namanya seolah kerupuk ini semacam jenis cemilan yang hanya diperuntukkan bagi warga miskin dan melarat yaa. Hihih. 

Tenang, bukan kok. 

Kerupuk kini jadi makanan semua orang, semua kalangan dari yang sederhana, sedang-sedang hingga mewah berkelimpahan. Selain harganya yang super terjangkau, rasanya yang gurih enak, kudapan ini juga menjadi penyempurna acara makan saat menu-menu tertentu disajikan. 

Kerupuk melarat berasal dari Cirebon. Sebetulnya, kerupuk ini sama saja dengan jenis kerupuk lainnya, yang membedakan hanya proses pengolahannya. 

Bila jenis kerupuk lain digoreng di dalam minyak goreng panas, maka kerupuk melarat digoreng di atas pasir panas yang sebelumnya telah dibersihkan dengan proses pengeringan dan penyaringan. 

Nasi Kentut

Nasi kentut? Wah, kira-kira bisa dimakan ngga ya?

Untuk urusan kuliner yang satu ini, sepertinya kita benar-benar harus mengabaikan nama deh. Pasalnya, meski namanya super nyeleneh, soal rasa, makanan ini tak ada duanya!

Makanan yang berasal dari Medan ini merupakan makanan yang umum disajikan bersama lauk pauk seperti ikan teri, kentang pedas, pepes oncom, tumis sayur hingga ayam goreng. Lalu nasinya dibumbui daun sembukan atau daun kentut dan rempah lain kemudian dimasak dengan menggunakan daun pisang. 

Adanya daun sembukan atau daun kentut itulah yang membuat makanan ini disebut dengan nasi kentut. Eh, harganya juga super terjangkau lho, hanya berkisar Rp 5.000 - 15.000 tergantung lauk yang kamu pesan. 

Ketela Bajingan

Yang ini seolah sedang mengumpat ya! Santaiii, ngga begitu kok. Hanya namanya saja yang memang terdengar sedikit seram. 

Kalau aslinya, persis seperti namanya, makanan ini terbuat dari ketela alias singkong. Yap, ketela bajingan merupakan cemilan dari singkong atau ketela pohon yang dipotong, direbus lalu diberi irisan gula merah dan pandan. Bagi kamu yang suka cemilan manis, coba olah sendiri makanan ini. 

Proses pengolahan kudapan dari Jawa Tengah ini tergolong gampang, bahannya pun mudah ditemukan. 

Lalu kenapa disebut dengan ketela bajingan?

Dilansir dari kuliner.hops.id, makanan ini dulu kerap disajikan bagi para penarik gerobak tradisional di daerah Temanggung, penarik gerobak itu dikenal juga dengan nama bajingan. Itu kenapa nama ketela inipun mengikuti sebutan mereka. Hihihi. Lucu ya!

Kue Cubit

Kue kok dicubit?

Bukan! Bukan!

Saat pengolahannya, kue ini dimasukkan ke dalam cetakan-cetakan kecil lalu dimasak. Ketika matang, pedagang akan "mencubit" atau mengambil kue-kue tersebut dengan menggunakan penjepit yang ketika dilakukan mirip seperti sedang mencubit. Itulah kenapa disebut kue cubit. 

Makanan ini diklaim berasal dari Jakarta namun sudah populer sejak daerah tersebut bernama Batavia. Rasanya manis, lembut dan terasa nikmat dengan toping coklatnya. Lebih enak lagi kalau disantap saat sedang hangat-hangatnya. 

Gimana Iziers, kuliner dengan nama nyeleneh mana nih yang sudah pernah kamu cicipin?