Ilustrasi backpacker | Sumber foto: Wayhomestudio via Freepik

Tips Travelling Ala Backpacker Bareng IziRoam

Izi Roam | 11 Feb 2022

Menjadi seorang backpacker sangat seru, tapi memang kamu dituntut untuk punya nyali gede, mandiri, ngga cengeng dan harus berani. Tapi menjadi seorang backpacker juga menuntutmu untuk bersiap bila sewaktu-waktu harus menghadapi berbagai masalah di tengah perjalanan. Berikut tips travelling ala backpacker bareng IziRoam

Salah kaprah backpacker dan traveller

Healing yuk, tapi backpackeran aja! Ribet soalnya kalau bawa-bawa koper. Nanti gue bikin deh itinerarynya.

Pernahkah kamu mendengar kalimat ini atau yang senada dengan kalimat tersebut? Orang-orang yang ingin melakukan perjalanan wisata kerap menganggap bahwa traveller sama dengan backpacker saat mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan membawa ransel alih-alih koper.

Benar ngga sih demikian? Yuk kenali apa perbedaan backpacker dan traveller.

Backpacker adalah orang yang melakukan perjalanan atau mendaki yang bersifat adventure atau survival hanya dengan membawa tas ransel. Tim backpacker biasanya bepergian dalam kurun waktu yang lama untuk memenuhi keinginannya akan hal-hal baru bisa seperti pembelajaran, sekedar menjelajah, mengenal budaya, sampai interaksi sosial. Mereka lebih bebas megeksplore perjalanan.

Film yang relevan dengan backpacker ini bisa kamu temukan dalam karya Sean Penn, sebuah film biographi yang berjudul Into The Wild.

Berbeda dengan backpacker , traveller merupakan seseorang yang sering melakukan perjalanan. Biasanya seorang traveller memiliki jadwal, rencana perjalanan serta biaya yang lebih jelas dan terencana.

Serunya jadi backpacker

Menjadi seorang backpacker sangat seru, tapi memang kamu dituntut untuk punya nyali gede, mandiri, ngga cengeng dan harus berani.

Kamu yang semula selalu bergantung kepada siapa saja tentang apa saja, perjalanan selama menjadi backpacker perlahan akan mengubah pandanganmu tentang menggantungkan diri pada orang lain dan pelan-pelan kamu akan keluar dari sikap tersebut. Lagi-lagi, butuh nyali dan kesiapan yang sangat matang untuk melakukan hal ini.

Bila kamu ingin mencoba keluar dari zona nyamanmu saat ini dan ingin mencoba menjadi seorang backpacker , cobalah pergi bersama orang lain. Kamu bisa belajar banyak hal lebih dulu dengan tim sebelum memutuskan bepergian sendiri.

Perjalanan juga akan memaksamu menjadi bijaksana untuk memutuskan sebuah keputusan demi keselamatan pribadi, kamu akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, kamu akan menemukan banyak hal-hal baik saat memutuskan menjadi seorang backpacker. Tapi tentu, kamu juga harus bersiap bila sewaktu-waktu harus menghadapi berbagai masalah di tengah perjalanan.

1. Hindari membawa dana pas-pasan

Seorang backpacker memang minim budget. Terkadang, mereka lebih memilih menumpang kendaraan dibanding naik transportasi yang lebih nyaman. Terdengarnya mudah, faktanya tak begitu, karena untuk mendapatkan tumpangan sendiripun butuh seni.

Kamu bisa catat ini baik-baik. Budget minim bukan berarti membebaskanmu hanya membawa dana yang terbatas. Kamu tetap harus membawa dana cadangan minimal untuk menginap satu malam.

2. Tahu lokasi tujuan dengan baik

Backpacker memang ngga perlu itinerary lengkap dan detail, tapi kamu harus tetap tahu dengan baik lokasi yang akan kamu tuju agar perjalananmu tidak berangkat konyol dan kamu punya tujuan yang pasti.

Bila di tengah perjalananpun kamu kesulitan menemukan lokasi, kamu bisa bertanya alamat tersebut ke warga yang kamu temukan.

Selain itu, mengetahui lokasi tujuan dan memberitahu pada orang-orang terdekat juga merupakan tindakan antisipasi. Bila sewaktu-waktu kamu membutuhkan bantuan, keluarga tahu kemana harus mencari kamu.

3. Hindari membawa barang terlalu banyak

Salah satu tantangan menjadi seorang backpacker memang tidak bisa membawa terlalu banyak barang karena hanya bermodal ransel semata. Kamu harus pintar memilah barang yang paling perlu dan yang paling kamu butuhkan agar tak ada yang ketinggalan. 

Alih-alih memasukkan beberapa jenis sepatu agar bisa gonta ganti style saat mengambil foto kenangan, kamu sebaiknya memiilih memasukkan senter beserta cadangan baterainya atau obat-obatan jik memiliki kebutuhan akan obat-obatan tertentu.

4. Selalu terhidrasi

Menjaga hidrasi penting untuk dilakukan baik dalam aktivitas sehari-hari terutama dalam perjalanan panjang. Pastikan botol minummu selalu terisi agar kamu tetap terhidrasi ya.

Kamu bisa siasati hal ini dengan terus memperhatikan dan sadar akan jumlah air, sehingga kita cadangan air kian menipis, kamu bisa membeli di minimarket atau warung terdekat. Kamu juga bisa mengisi ulang botol minummu bila sedang mampir di warung-warung terdekat. Ingat, jangan sampai dehidrasi, ya!

5. Miliki peta offline

Dalam perjalanan menjadi seorang backpacker, kamu ngga tahu hal-hal apa yang mungkin akan kamu temukan selama di perjalanan, termasuk kemungkinan kehilangan jaringan internet ketika di tempat-tempat terpencil, untuk itu, pastikan kamu telah download peta offline sebelum memulai perjalanan, ya!

6. Komunikasi tetap terkoneksi

Bila salah satu kekhawatiranmu tentang jaringan internet, pastikan membawa travel modem wifi. Modem ini tak hanya membantumu dalam urusan memandu perjalanan, kamu juga akan terbantu untuk terus menjaga komunikasi dengan orang-orang yang peduli denganmu dan perjalananmu.

Travel modem wifi IziRoam menjadi pilihan untuk tetap terkoneksi selama menjadi backpacker bahkan setelahnya.