Ilustrasi hari valentine | Foto: Freepik

Melihat Perayaan Valentine Day di Berbagai Negara

Izi Roam | 09 Feb 2022

Begini cara perayaan valentine di berbagai negara...

Menjelang Valetine Day yang akan dirayakan pada tanggal 14 Februari mendatang, tentu berbagai persiapan telah dilakukan agar hari kasih sayang tahun ini tak berlalu begitu saja tanpa kesan yang bermakna dengan orang yang tersayang.

Setelah membawamu menjelajah indahnya taman bunga di berbagai negara, kali ini IziRoam akan mengulik tradisi perayaan Valentine day di berbagai tempat. Lagi-lagi, siapa tahu keseruan ini memberikan inspirasi bagi kamu yang belum punya rencana untuk menghabiskan waktu bersama.

Baca juga: Intip Wisata Taman Bunga di Berbagai Negara

1. Tradisi une loterie d'amour di Prancis

Di Prancis, ada sebuah tradisi yang disebut une loterie d'amour. Dalam bahasa Indonesia disebut juga lotere cinta. Tradisi ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para lajang di sana.

Saat hari Valentine tiba, para lajang akan berdiri di luar rumah untuk memanggil lajang lainya. Hal ini dilakukan berulang hingga mereka akhirnya berpasangan. Namun bila sang pria tidak begitu tertarik pada pelamarnya, pria tersebut bisa meninggalkan.

Sementara itu, wanita-wanita lajang yang ditinggalkan akan berkumpul di satu tempat untuk membuat api dan membakar gambar pria yang telah meninggalkan mereka. Sayangnya, kini tradisi ini telah dilarang oleh pemerintah Prancis dan berganti dengan tradisi baru yang lebih aman.

Setelah larangan tradisi lotere cinta, kini perayaan hari Valentine dilakukan dengan mengirimkan salam Valentine. Tradisi berkirim salam valentine ini kabarnya dilakukan pertama kali oleh Duke of Orleans yang dipenjara di Menara London, ia mengirim pesan valentine pada sang istri di Prancis.

2. Valentine dan Hari Putih di Jepang, dan Korea Selatan

Jika umumnya hadiah diberikan oleh laki-laki pada sang wanita, di Jepang dan Korea Selatan, justeru perempuan muda yang memberikan hadiah berupa coklat, permen atau bunga pada pria yang mereka sukai.

Tradisi ini kemudian berlanjut pada Hari Putih (WhiteDay) yang jatuh pada 14 Maret, waktu dimana para lelaki bergantian memberikan hadiah yang sama atau hadiah lain pada perempuan yang memberikan mereka hadiah di hari Valentine. 

Tapi bagi yang menyandang status jomblo, Valentine atau Hari Putih dirayakan dengan hari Hitam (BlackDay). Dan ketika pasangan muda lain merayakan Hari Putih, kaum single akan makan semangkuk mi jajangmyeon

3. Berbagi candy heart di Amerika Serikat

Anak muda di Amerika Serikat disebut-sebut berusaha sangat keras untuk menunjukkan perasaan sukanya pada calon kekasih.

Saat valetine tiba, biasanya mereka saling berkirim kartu yang telah dibubuhi catatan. Hanya saja, saat valentine, kartu tersebut tak terbatas hanya pada calon pasangan, bisa juga ditujukan pada sahabat, atau orang-orang yang disayang.

Namun bila ditujukan pada calon pasangan, umumnya kartu akan berisi pesan singkat seperti “Jadilah kekasihku”.

Namun selain berkirim kartu, hari Valentine juga biasanya dihiasi dengan permen terutama candy heart, coklat, bunga hingga perhiasan.

Fun fact yang harus kamu tahu tentang valentine di Amerika adalah setiap tahunnya, orang Amerika menghabiskan 18 Milliar Dollar untuk hadiah-hadiah valentine seperti permen, coklat, bunga dan perhiasan. Namun untuk candy hearts yang diproduksi di Amerika, cukup untuk dimiliki semua orang di dunia! Wow, banyak ya!

4. Rayakan dengan Anggrek dan pernikahan massal di Peru

Berbeda dengan negara lain yang merayakan hari valentine dengan kartu, permen dan bunga mawar, Peru memilih bunga asli negaranya yakni aggrek untuk menghiasi hari kasih sayang di sana. Selain itu, warga Peru juga berkenan untuk mengadakan pernikahan massal untuk mengakomodasi semua pasangan yang bersedia menikah pada hari paling romantis sepanjang tahun.