Wisata Di Indonesia Aja – Cerita Di Balik Destinasi Super Prioritas Candi Borobudur

Izi Roam | 24 Sep 2021

Candi ini dulunya adalah tempat pemujaan para Dewa umat Budha karena merupakan candi atau kuil Buddha sekaligus menjadi salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Perlahan, megahnya Candi Borobudur tak hanya berhasil menarik hadirnya umat Buddha namun juga wisatawan dari berbagai lokasi di Indonesia hingga wisatawan mancanegara. Kemegahan Candi Borobudur rupanya menyimpan beragam cerita lain yang tak kalah menarik untuk dikulik. Apa saja?

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi Borobudur terletak di kurang lebih 100 Km di sebelah barat daya Semarang, 86 Km di sebelah barat Surakarta dan 40 Km di sebelah barat laut Yogyakarta. Jadi letak Borobudur bukan di Yogyakarta, yaa.

Nama Borobudur sendiri merupakan gabungan dari kata Bara yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara serta Budur yang berasal dari kata Beduhur artinya di atas. Dengan begitu, Borobudur berarti biara di atas bukit.

Meski demikian, Borobudur memiliki makna nama yang berbeda-beda menurut beberapa sumber. Seperti gunung yang berteras-teras (budhara), ada juga yang mengatakan bahwa Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Candi ini dulunya adalah tempat pemujaan para Dewa umat Budha karena merupakan candi atau kuil Buddha sekaligus menjadi salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Perlahan, megahnya Candi Borobudur tak hanya berhasil menarik hadirnya umat Buddha namun juga wisatawan dari berbagai lokasi di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.

Baca juga: Wisata di Indonesia Aja - Eksplore Labuan Bajo

Kemegahan Candi Borobudur rupanya menyimpan beragam cerita lain yang tak kalah menarik untuk dikulik. Apa saja?

Sempat terlantar

Sebelum menjadi destinasi wisata yang ramai dan diminati banyak orang, rupanya candi Borobudur sempat terlantar, tersembunyi selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik serta ditumbuhi pohon dan semak belukar sampai menyerupai bukit, tanpa alasan yang pasti.

Pada masa ini, candi Borobudur bahkan pernah dikait-kaitkan dengan hal berbau mistis dan takhayul. Dalam kepercayaan Jawa pada masa Mataram Islam, reruntuhan bangunan percandian dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh halus dan dianggap wingit atau angker sehingga kerap dikaitkan dengan kesialan yang mungkin menimpa siapa saja yang mengunjungi dan menganggu situs ini.

Di sisi berbeda, secara ilmiah, Candi Borobudur diduga pernah menjadi sarang wabah penyakit seperti demam berdarah atau malaria akibat sempat tidak terurus dan ditutupi semak belukar.

Bukti keagungan masa lalu

Candi Borobudur disebut-sebut sebagai bukti keagungan masa lalu, mulai dari pencapaian estetika dan keahlian teknik arsitektur yang dtampilkan serta ukurannya yang luar biasa.

Perlu diketahui pula bahwa untuk merekatkan batu, candi borobudur hanya terkait antar batu yakni batu atas-bawah, kiri-kanan dan belakang- depan, dengan tiap struktur bangunannya terbentuk tanpa penggunaan semen.

Diakui UNESCO

Meski sempat terlantar, setelah perang Inggris-Belanda dalam memperebutkan pulau Jawa di bawah pemerintahan Britania (Inggris) pada kurun 1811 hingga 1816, candi Borobudur ditemukan kembali namun tidak secara utuh.

Hingga tahun 1885, ketika Yzerman, ketua masyarkat Arkeologi di Yogyakarta, menemukan kaki tersembunyi. Penemuan inilah yang kemudian mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengambil langkah menjaga kelestarian monumen atau disebut dengan istilah pemugaran.

Pemugaran ini menjadi titik balik lahirnya Candi Borobudur yang baru. Sampai akhirnya tahun 1991, UNESCO menetapkan Borobudur sebagai situs warisan dunia karena bangunan yang sangat unik, arsitektur yang luar biasa, memiliki makna di setiap bangunan juga menjadi pertimbangan tersendiri UNESCO menetapkannya sebagai Borobudur situs warisan dunia.

Masuk dalam 10 Bali Baru

Setiap tahun ada sekitar 5 juta orang yang berkunjung ke candi Borobudur. Saat musim libur, angka kunjungan bahkan mencapai 300.000 pengunjung per hari.

Keberadaan candi Borobudur ternyata membawa dampak positif pada perkembangan wisata di daerah Magelang, apalagi, banyak obyek wisata di sekitar Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur yang membuat wisata candi menjadi lebih berwarna.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke destinasi wisata 10 Bali baru ini, berikut adalah tips dari IziRoam:

  • Ukuran candi yang sangat luar berpotensi membuat sebuah kelompok berpencar. Pastikan selalu membawa modem wifi IziRoam agar koordinasi bersama rombonganmu lebih mudah
  • Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat karena kamu harus mendaki tangga yang cukup tinggi untuk sampai ke puncak candi. Namun, jangan khawatir, pemandangan dari puncak candi sangat sepadan dengan letih perjalanan menuju ke sana
  • Gunakan kacamata dan topi bila mendaki di siang hari karena kondisi di sana sangat terik dan panas
  • Kenakan alas kaki yang nyaman sehingga memudahkanmu melangkah berkeliling candi Borobudur
  • Gunakan pakaian tertutup dan sopan. Sebagai tempat pemujaan para Dewa Buddha, sebaiknya gunakan pakaian tertutup untuk menghormati Candi.