Hati-hati, Begini Cara Penjahat Mengambil Alih Barangmu

Iziroam | 21 Feb 2020

Untuk masyarakat Indonesia, terutama Jakarta, menempatkan tas di bagian depan tubuh bukanlah hal aneh yang patut dipersoalkan. Ini dilakukan demi keamanan tas dan barang bawaan agar tak berpindah ke tangan-tangan orang yang tak bertanggungjawab.

Kabar buruknya adalah, ternyata hal seperti ini tak hanya terjadi di Indonesia lho. Banyak orang lain di berbagai belahan dunia lainnya yang melakukan tindak kejahatan untuk bertahan hidup. Dan kabar buruknya adalah, salah satu korban empuk untuk ditargetkan adalah wisatawan.

Baca juga: Tips Menjaga Keamana Diri Saat di Negeri Orang

Lalu apa saja cara yang dilakukan oleh penjahat-penjahat tersebut untuk mengelabui korban?

Mengajak komunikasi

Pura-pura mengajak berbicara adalah hal yang paling menarik untuk dilakukan. Apalagi jika penjahat tersebut memiliki wajah yang menarik untuk dilihat. Jangan salah, hal ini tidak hanya dilakukan oleh kaum lelaki, ada juga perempuan yang melakukan hal yang sama. Targetnya, tentu saja para pria. Bukankah kelemahan pria adalah tahta, harta dan wanita?

Tidak masalah jika harus berkomunikasi dengan seseorang yang tak dikenal, namun sebaiknya tetap awas dan perhatian dengan kondisi sekeliling. Pastikan kamu berbicang seadanya, tak perlu berbasa basi, dan memiliki teman di sisimu. Hindari menjawab pertanyaan orang lain seorang diri.

Menargetkan tas belakang

Salah satu benda yang tak bisa ditinggal saat berlibur ke destinasi baru adalah menggunakan tas yang aman, nyaman dan mudah dijangkau.

Waist bag adalah salah satu rekomendasi tas yang layak untuk digunakan selama bepergian. Tas jenis ini bisa diletakkan di depan persis di depan dada, berada dalam jangkauan mata pula. Selain itu, ukurannya yang tak terlalu besar membuat pengguna lebih nyaman dan tas bisa ditutupi dengan jaket atau coat. Kelemahannya adalah, ukurannya yang tidak terlalu besar membuat barang bawaan lebih terbatas.

Menggunakan tas belakang memang menyenangkan. Banyak barang yang dapat ditampung, sayangnya, risikonya juga jauh lebih besar.

Penggunaannya yang digantung di punggung membuat orang-orang yang memiliki niat jahat lebih mudah bekerja. Kamu yang fokus dengan kegiatan di depan bisa saja tidak sadar bahwa dirimu atau tasmu sedang dibongkar orang lain dari belakang.

Tak harus dibuka dengan resleting, berdasarkan beberapa pengalaman wisatawan yang pernah merasakan langsung, ada saja cara penjahat untuk mendapatkan barang milik orang lain. Salah satu caranya adalah dengan menyayat bagian bawah atau sisi samping tas agar benda di dalam tas bisa lebih mudah ditemukan.

Dengan menghindari tas ransel dan berpaling menggunakan waist bag harapannya tas dan barang bawaan aman, liburan pun tenteram menyenangkan.

Memanfaatkan wajah “kebingungan” wisatawan

Pernahkah kamu mendengar istilah “Jangan terlihat bingung saat berada di tempat yang baru”?

Orang yang terlihat kebingung di tempat lain adalah sasaran empuk bagi orang-orang jahat. Pada umumnya, mereka akan berpura-pura menawarkan bantuan untuk selanjutnya membuat dirimu jadi korban.

Saat terpisah dari tim tour, bersikaplah tenang. Pastikan selalu membawa pocket WiFi IziRoam untuk mempermudah kamu dalam komunikasi. Hubungi salah satu crew atau tim tour. Sebutkan lokasi tempatmu terpisah dan tetap bersikap tenang.

Cari tempat duduk atau tempat umum yang membuatmu bisa menenangkan diri tapi tetap menjaga komunikasi dengan tour. Berpura-puralah sibuk dan hindari menunjukkan wajah panik, ketakutan apalagi sampai menangis.

Bermain dengan tim

Hampir sama dengan kasus pertama. Mereka akan mengajakmu berbincang. Bukan hanya satu orang, bisa jadi mereka datang bergerombol seolah olah mereka saling tidak kenal. Padahal cara tersebut adalah salah satu trik mereka untuk mengelabui calon korban.

Saat kamu sibuk untuk menjawab satu orang yang bertanya padamu dari sisi depan, saat itulah tim lainnya bekerja untuk mengambil barang-barangmu. Untuk itu, sekali lagi, pastikan selalu meletakkan tas di bagian depan tubuh ya.

Mengancam

Dalam kondisi tak berdaya urusan ekonomi, mengancam adalah hal yang mungkin bisa dilakukan oleh orang jahat untuk menyelamatkan diri dan perutnya dari ancaman kelaparan.

Untuk itu, hindari berjalan-jalan sendirian, hindari untuk membuka diri dengan banyak komunikasi dari orang-orang tak dikenal. Bersikaplah cool tapi tetap awas diri.