The Greatest China

Feby Yolanda Wulandari | 29 Oct 2019

"Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri China"

Pepatah yang sering kali kita dengar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebuah negeri di utara Indonesia dengan daratan yang sangat luas dan jumlah penduduk terpadat di Dunia. Saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar sering kali mendengar tentang salah satu dari 7 kejaiban dunia yang diperkenalkan pada kami, The Greatest Wall atau lebih dikenal sebagai Tembok Rasaksa China. Tembok yang dibangun mengikuti bentuk perbukitan di utara Cina yang selesai dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa tembok ini dibangun sebagai banteng pertahanan negeri China saat perang karena tembok ini terdiri atas Menara pandang dan parit-parit persembunyian di dalamnya. Jika mengamati Film The Mummy Tomb of The Dragon Emperor, pasti akan memunculkan rasa ingin datang dan menelusuri sejarah panjang pembangunan The Greatest Wall sekaligus mengagumi kemegahan arsitektur karya manusia di masa lampau.

Salah satu negara di dunia yang ingin saya kunjungi adalah Republik Rakyat China, beberapa bulan lalu saya sempat mengunjungi salah satu pulau kecil di selatan Daratan China (Pulau Hainan) dan sangat terpukau akan fasilitas yang ditawarkan oleh pemerintah Cina kepada wisatawan yang datang. Pemerintah Cina sangat fokus dalam mengembangkan industri pariwisata Cina terutama di Pulau Hainan yang memang menjadi fokus pengembangan industri wisata. Pemerintah Cina mengembangkan insfrastruktur jalan raya dan fasilitas wisata lainnya untuk memanjakan wisatawan yang hadir, Selain itu pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mendampingi perjalanan wisataan dan memberikan fasilitas akomodasi kendaraan dan penginapan yang memberi kenyamanan lebih bagi wisatawan. Saya sangat mengagumi bagaimana pemerintah Cina mampu menunjukkan potensi wisata adat, tradisi, dan budaya melalui Desa Lingshui yang memperkenalkan wisatawan pada Suku Li dan Miao. Tak hanya potensi tersebut, pemerintah juga menunjukkan Patung Dewi Kwan Im yang dibangun diatas laut di Nanshan Cultural Tourism Zone dan keindahan Laut Cina Selatan yang dapat dinikmati dari Phoenix Hills. Pulau Hainan merupakan ikon wisata baru Republik Rakyat Cina yang memperkenalkan Cina sebagai sebuah pulau tropis yang bebas polusi dan mampu memberikan kenyamanan bagi para wisatawan

Tapi apakah lengkap jika dating ke China tanpa mengunjungi ikon nomor satunya, yaitu The Greatest Wall. Saya sangat ingin dating dan berkunjung ke China daratan yang memiliki bangunan yang merupakan kebangaan UNESCO dan mengamati pegunungan China dari jalur tembok tersebut. Minat terbesar saya adalah terkait sejarah bangsa dan dalam sejarah Indonesia tercatat bahwa jalur China selatan merupakan salah satu asal nenek moyang kita ataupun jalur perdagangan yang acap kali dilewati oleh pengembara yang akan dating ke Indonesia.

Jadi selain The Greatest Wall yang sangat megah saya ingin mengetahui dan melihat banyak keindahan dan keajaiban peninggalan sejarahh di Republik Rakyat China seperti:

1.    Forbiden City

Museum peninggalan Dinasti Ming yang hamper selama 500 tahun hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas. Mungkin  membutuhkan waktu berlibur yang cukup panjang untuk berkunjung ke istana seluas 720.000 meter persegi dengan 800 bangunan dan 9900 kamar.

2.    Tentara Terakota

Salah satu situs arkeologi terbesar di China. Makam Kaisar Qin Shi Huang yang dijaga oleh tidak kurang dari 1000 patung tanah liat prajurit dan 1300 kuda yang membentuk formasi perang, seta ribuan senjata yang terbuat dari perunggu. Berdasarkan penelitian situs ini berusia kurang lebih 2200 tahun.

Tak hanya ingin melihat wisata peninggalan sejarag, tentu saja wisata metropolitan dan kuliner kota Beijing merupakan salah satu hal yang paling menarik bagi saya. Kesulitan terbesar yang saya hadapi saat di Republik Rakyat Cina adalah menghadapi kendala Bahasa sehingga saya membutuhkan koneksi internet yang baik karena para penjaga toko di Cina memiliki aplikasi translator yang terkoneksi ke internet untuk memudahkan wisatawan untuk berkomunikasi dengan mereka. Kesulitan lainnya adalah proteksi terhadap internet yang harus lebih diperhatikaan saat memilih provider, paket roaming, ataupun fasilitas wifi yang akan digunakan.

#gapakedropsinyal #iziroam #TravelwithIziroam