Beberapa Manfaat Liburan

Iziroam | 06 Sep 2019

Masih membahas seputar liburan yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan telah bermanuver menjadi gaya hidup. 

Beberapa data menyampaikan bahwa kaum millennial lebih memilih menghabiskan penghasilan untuk pengalaman, sebuah penerapan yang berbanding terbalik dengan orang tua yang lebih memilih menabung sebagian besar dari pendapatan pada benda yang memiliki nilai jual tinggi di masa mendatang seperti tanah, atau rumah. Beberapa lainnya juga bermain saham untuk mengembangkan pendapatannya. 

Lalu apakah keputusan untuk menghabiskan penghasilan demi investasi pengalaman salah?

Tidak juga, jika generasi X berinvestasi di tanah untuk dijual dikemudian hari, maka generasi millennial berinvestasi di pengalaman dan menghasilkan lewat jalan yang sama. Maksudnya bagaimana?

Adalah Ade Perucha Hutagaol yang dulunya adalah seorang anak kantoran biasa namun memiliki hobby jalan-jalan. Di sebuah buku harian, dia mencatat kisahnya di setiap tempat dan membagikan ceritanya lewat blognya dan social media. Karena banyak yang menyukai tulisannya, Ade memutuskan untuk mencetak tulisannya menjadi buku. Buku tersebut bahkan telah diadaptasi menjadi film Trinity, The naked traveller. 

Betul! Dia yang sedang kita bicarakan adalah Trinity, pemilik 15 buku wisata yang terlaris di Indonesia yang memulai karirnya dengan menjadi seorang traveller. 

Beberapa travel yang telah telah bekerja sama dengan IziRoam juga berawal dari seorang traveller, sekarang merambat menjadi sebuah usaha tour and travel dan bahkan telah berdiri sendiri di bawah naungan nama perusahaan. Dari traveller, jadi seorang CEO perusahaan. Menakjubkan bukan?

Lalu, sebetulnya untuk apa sih liburan itu?

1. Melepas penat

Letih dan bosan dengan rutinitas sehari hari adalah alasan yang tepat untuk berlibur. Memang tidak menjamin memberikan kebahagiaan, tetapi dengan meninggakan rutinitas yang menyebalkan dan beralih ke suasana berbeda baik itu suasana di pantai, kehidupan yang tenang di tengah-tengah pedesaan tanpa dihantui beban dan tanggungjawab yang menggunung tentu akan memberikan perasaan damai dan tenang. 

Harapannya, dengan berlibur, semangat yang mulai meredup kembali penuh dan totalitas dalam mengeksekusi setiap pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. 

2. Koleksi foto

Sama seperti Trinity dan salah satu CEO travel yang diceritakan di atas, liburan juga bisa menjadikan seseorang menjadi travel blogger atau influencer. Tergantung bagaimana kreatifitas dan sudut pandang pemotret dalam mengambil foto. 

Jika tidak ada tujuan untuk menjadi seorang influencer atau travel blogger pun, berlibur bisa menjadi salah satu ajang untuk koleksi foto. Yang bagus, yang lucu, yang unik, yang menarik yang jelek sekalipun tidak masalah. Semua itu kelak untuk dikenang di masa mendatang.

3. Berburu kuliner dan oleh-oleh

Makanan dan travelling sejatinya adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya sama sama menarik dan bikin penasaran. Kalau Indonesia memiliki sate, wajar jika timbul rasa penasaran, makanan khas di masing-masing negara itu apa sih? Lalu terbitlah keinginan untuk mencoba. 

Selain itu, meski tak bisa dibiasakan, oleh-oleh adalah salah satu hal yang menarik untuk dibahas dalam tiap perjalanan. Selalu pro dan kontra. Namun, hari untuk mencari oleh oleh ini adalah saat yang menyenangkan karena berada di tempat yang dipenuhi dengan barang-barang unik, lucu, khas negara setempat itu adalah kebahagiaan yang haqiqi kalau kata para perempuan

4. Berkenalan dengan budaya lain dan menambah wawasan

Budaya dan Bahasa Indonesia memang kaya, namun, sesekali perlu juga mengetahui keragaman budaya lain di luar sana untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Berlibur juga memberikan kesempatan bagi seorang traveller untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang minoritas. Perasaan ini tentu sangat berharga dan bisa membuat seseorang lebih menghargai perbedaan.

Perbedaan-perbedaan budaya yang memang baik untuk diterapkan di bumi pertiwi, bisa kok. Biar ada gunanya juga liburan. Salah satu contoh sederhana adalah penggunaan lift. Bagi mereka yang sudah pernah berlibur ke Singapore, tentu sudah paham benar bagaimana penggunaan lift di sana. Sisi kiri untuk diam, sedang sisi kanan dikosongkan untuk memberi kesempatan kepada orang lain yang buru-buru lebih cepat bergerak. Sistem penggunaan lift seperti ini perlahan sudah mulai diterapkan juga di Indonesia lho, salah satunya bisa kita lihat saat berada di stasiun tanah abang.

5. Menikmati suasana berbeda

Indonesia terkenal sebagai negara tropis. Banyak sekali wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Bali misalnya. Pantai-pantai di Bali seperti menjadi sebuah tempat yang tepa bagi mereka untuk berjemur, mendapatkan warna kulit coklat yang bagi mereka adalah warna kulit eksotis. 

Berbeda dengan wisatawan mancanegara, masyarakat local ingin sekali keluar negeri dengan harapan dapat menikmati suasana bersalju dan kehangatan dalam sebuah rumah saat salju menutupi jalanan. 

Buat yang belum pernah, jangan berkecil hati, terus saja berusaha dan menabung. Semoga keinginanmu cepat terwujud yaa.

6. Membuka peluang usaha

Masih tentang bahasan Trinity. Berlibur juga bisa menjadi kesempatan membuka usaha bagi orang-orang yang memiliki pemikiran bisnis dan mau mencari peluang. 

Trinity dan bukunya misalnya. Lalu ada seorang traveller yang kini jadi seorang CEO perusahaan tour and travel dengan target omzet Milliaran per tahunnya. 

Terlalu besar?

Tidak masalah, mulai saja dari hal-hal kecil seperti jastip. Ini terkesan “receh” tapi sebetulnya jika kamu pintar, jastip ini juga malah bisa menutupi biaya liburan yang kamu gunakan lho. Mau coba?