Iziroam | 03 January 2018 (update 27 August 2018) | Travel Guide

Mengenal Ball Drop, Tradisi Amerika Jelang Tahun Baru

Tahun baru memang selalu disambut antusias oleh setiap insan di dunia. Beragam cara yang dilakukan untuk menghabiskan malam tahun baru. Ada yang memutuskan dengan berbelanja, memasak bermacam-macam makanan untuk dinikmati di malam pergantian tahun, berkumpul bersama keluarga, menikmati atraksi kembang api yang memukau, hingga memilih menyendiri untuk merenungi apa yang telah dilakukan selama satu tahun belakangan dan berdoa untuk mendapat kekuatan menjalani tahun yang baru.

Di Indonesia sendiri, pergantian malam tahun baru menyuguhkan atraksi kembang api yang dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas). Tak heran pengunjung memadati tempat tersebut untuk dapat mengabadikan pemandangan indah yang hanya berlangsung sekali dalam setahun ini. Gratis pula.

Berbeda negara, berbeda pula cara melewatkan malam tahun baru. Di Amerika sendiri, ada tradisi yang disebut dengan Ball Drop atau penurunan bola yang dilakukan di Time’s Square. Diletakkan di atap One Time’s Square dengan tinggi 43 meter, bola diletakkan di sana. Tepat pukul 23.59 dalam waktu 60 detik, bola perlahan diturunkan dan akan berakhir pukul 00.00 yang menandakan dimulainya tahun baru.

Jika pergantian tahun 2016 menuju 2017 jumlah pengunjung yang ingin menikmati Ball Drop di Amerika mencapai 2jt pengunjung, berbeda dengan pergantian tahun kali ini karena acara hanya berhasil mengundang 1jt pengunjung. Cuaca dingin yang ekstrim menjadi alasan utama penurunan yang significant atas jumlah pengunjung.

Acara Ball Drop di Amerika sendiri pertama kali digelar pada tahun 1907 menuju pergantian tahun 1908 oleh Adolph Ochs, seorang pemilik surat kabar The New York Times dengan bola yang dirancang oleh Artkraft Strauss dimana acara  ditujukan sebagai pelengkap acara kembang api di malam pergantian tahun. Bola pertama yang dirancang oleh Artkraft Strauss terbuat dari kayu dan besi yang diterangi oleh 100 lampu pijar.

Tradisi Ball Drop di Amerika terus dilakukan setiap tahun kecuali tahun 1942 dan 1943. Tradisi ini sempat terhenti di 2 tahun tersebut karena pemadaman pada masa Perang Dunia II.

Berbeda dengan rancangan Artkraft, bola pada acara Ball Drop yang ke 110 tahun menuju tahun 2018 ini dirancang oleh Waterford Crystal dengan tema The Gift of Serenity dengan diameter 3.5 meter dan berat 5,3 ton serta ditutupi 2.688 segitiga Kristal yang membuatnya terkesan semakin mewah. Bola juga diterangi oleh 32.256 lampu LED sehingga membuat warna seperti Kaleidoskop. Perubahan desain ini dilakukan sebagai cerminan telah terjadinya ragam perubahan dalam teknologi pencahayaan.

Acara yang telah menjadi tradisi ini cukup banyak memikat hati para turis baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Oleh sebab itu, bagi Anda yang ingin menikmati keindahan pergantian malam tahun baru di Time’s Square New York, sah-sah saja selama ada modal.

Sama hal nya dengan Indonesia, citizen journalism di sana juga siap dengan serangkaian “Live” yang bisa mengajak Follower media social untuk ikut menikmati pemandangan yang sama dengan yang sedang dinikmatinya. Oleh sebab itu, sebelum bepergian, jangan lupa untuk Rental Modem Wifi agar perjalanan terasa lebih menyenangkan.