Ilustrasi Kimchi | Sumber foto: Jcomp via Freepik

Mengenal Kimchi, Salah Satu Makanan Wajib dari Korea

Izi Roam | 15 Feb 2022

Kurang afdol rasanya kalau makan tanpa Kimchi di Korea. Apa sih Kimchi itu? Kira-kira, bahaya ngga ya kalau dikonsumsi tiap hari? Temukan jawabannya di sini...

Bagi pecinta drama Korea, nama Kimchi tentu sudah familiar. Makanan ini kerap muncul dalam berbagai scene makan di setiap drama Korea Selatan, terutama saat menyantap ramyeon atau ramen.

Biar lebih dekat, kenalan dengan Kimchi, yuk!

Sejarah Kimchi

Kimchi merupakan salah satu makanan wajib dan mudah kita temukan di Korea Selatan. Konon, makanan ini sudah ada sejak zaman Three Kingdoms of Korea. Bahkan, menurut Sigyeong, linguistik Korea, Kimchi telah ditemukan sekitar 4.000 tahun lalu.

Makanan ini pertama kali ditulis di era dinasti Goryeo (918-1392) oleh seorang Penyair yang bernama Lee Kyu Bo.

Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi beberapa perubahan seperti bahan, proses pembuatan hingga cara penyimpanan Kimchi.

Cara penyimpanannya saja misalnya. Berbeda dengan penyimpanan saat ini yang lebih mengandalkan kulkas, dulu Kimchi disimpan di dalam sebuah kendi yang terbuat dari gerabah utuk mengawetkan makanan tersebut selama musim dingin. Di dalam kendi, Kimchi mampu bertahan hingga 5-7 hari di musim semi itupun dibantu dengan penyimpanan di dalam tanah.

Sedangkan di musim panas, Kimchi mampu bertahan 3-7 hari. Karena masa simpannya yang cenderung lebih singkat saat musim panas, di era tersebut, warga menyimpan Kimchi dengan menggantungkannya di sumur agar kondisi Kimchi tetap sejuk dan makanan bisa disimpan lebih lama.

Bercita rasa pedas dan asam

Terbuat dari kubis Cina, lobak, daun bawang, bubuk cabai merah, bawang putih, jahe dan makanan laut yang difermentasi membuat Kimchi kaya akan cita rasa.

Rasa asam yang bersumber dari hasil proses fermentasi yang terjadi serta rasa pedas yang bersumber dari tambahan bubuk cabai merupakan sumber rasa yang paling kuat yang bisa dinikmati dalam Kimchi.

Usai diolah, biasanya Kimchi akan dimasukkan ke dalam wadah tertutup lalu disimpan di dalam kulkas untuk mencegah pembusukan. Umumnya, untuk memperpanjang masa simpan, seluruh bahan akan direndam dalam air garam, lalu diolah dengan menggunakan seluruh peralatan yang bersidah dan steril. Selain itu, masa simpan juga bergantung pada seberapa sering sering kamu membuka dan menutup wadah simpannya.

Cara pembuatan

Perlu diketahui, proses membuat Kimchi sangat mudah. Kamu cukup siapkan:

  • Wortel dipotong tipis
  • Air putih
  • Sawi putih yang dipotong berbentuk kotak berukuran sedang
  • Daun bawang dipotong dan disayat tipis
  • Jahe segar dicincang
  • Saus ikan / udang korea
  • Cabai kering halus Korea, atau bubuk cabai kering lainnya
  • Lobak Korea dicincang kasar
  • Gula
  • Garam

Cara membuat:

  • Pastikan telah mencuci bersih seluruh bahan sayuran yang akan diiris dan dipotong.
  • Selanjutnya, larutkan garam ke air di dalam wadah bersih.
  • Masukkan sawi putih ke dalam air garam tersebut, pastikan seluruh sawi terendam dengan sempurna.
  • Tutup wadah dan diamkan hingga 12 jam.
  • Setelah 12 jam, angkat sawi dari air garam, sisihkan airnya
  • Haluskan jahe, saus ikan, lalu campurkan dengan bubuk cabai
  • Masukkan sawi ke dalam bumbu Kimchi lalu aduk hingga merata. Pengadukan dilakukan dengan tangan, pastikan kamu menggunaka sarung tangan agar makanan lebih bersih dan steril ya
  • Tambahkan air garam untuk koreksi rasa
  • Masukkan Kimchi ke dalam wadah tertutup dan diamkan kembali hingga 1 hari. Periode fermentasi bisa disesuaikan dengan selera. Semakin lama proses fermentasi, maka akan semakin berbeda rasa asam yang dihasilkan.
  • Bila tingkat keasaman dirasa telah sesuai dengan selera, maka Kimchi siap dinikmati

 Manfaat Kimchi bagi tubuh

Begitu favoritenya, Kimchi menjadi makanan yang tak terpisahkan di Korea Selatan. Rasanya belum afdol bila harus makan tanpa Kimchi.

Yang jadi pertanyaannya, apakah aman bila harus mengonsumsi makanan fermentasi ini setiap hari?

Kimchi masuk dalam jajaran makanan fermentasi yang mengandung probiotik tinggi. Probiotik sendiri merupakan seyawa dalam makanan yang berfungsi untuk membantu melindungi dan memelihara kesehatan sistem pencernaan terutama lambung dan usus.

Kimchi juga mengandung beta-karoten dan senyawa antioksidan lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko kondisi kesehatan yang serius seperti stroke, kanker, diabetes dan penyakit jantung. Selain itu, makanan ini juga merupakan sumber vitamin A dan C yang sangat baik.

Memiliki sederet fungsi bagi tubuh, sebuah majalah bulanan di Amerika bahkan telah memilih Kimchi sebagai salah satu dari lima makanan tersehat d dunia. Mengutip studi terbarunya, majalah tersebut menyebutkan bahwa bakteri baik di dalam Kimchi dapat mencegah infeksi jamur, membantu pencernaan dan membantu mencegah infeksi jamur.