Tips Murah “Finding Nemo” di Pulau Pahawang

Iziroam | 22 Sep 2021

Siap seru-seruan finding Nemo di pulau Pahawang tanpa merogoh kantong super dalam? Intip trip murah ke Pulau Pahawang ala IziRoam, di sini!

Ada yang belum pernah mendengar tentang Pulau Pahawang?

Pulau Pahawang adalah desa dan pulau di kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Indonesia.

Keindahannya membuat Pulau Pahawang menjadi salah satu destinasi wisata Lampung yang paling banyak diburu wisatawan.

Selain menikmati keindahan alamnya, bila beruntung, kamu juga berkesempatan bertemu dengan ikan Nemo. Itu, lhooo, nama sebenarnya sih, ikan giru atau ikan badut (clown fish). Namun, seiring dengan terkenalnya film Finding Nemo, ikan badut jadi lebih kerap dipanggil dengan sebutan Nemo, persis seperti di film?

Dan ikan inilah salah satu wisata bawah laut yang akan kita temukan saat bermain ke Pulau Pahawang. Sayangnya, si “Nemo” tidak berada di setiap sela-sela karang di Pulau Pahawang, kumpulannya pun punya tempat persembunyian.

Siap seru-seruan finding Nemo di pulau Pahawang tanpa merogoh kantong super dalam?

Menuju Bandar Lampung

Yang namanya traveling hemat budget, kamu perlu banget nyari tau berbagai alternatif perjalanan lalu membandingkan. Pilihan yang paling murah, biasanya lebih melelahkan, namun umumnya sebanding pula dengan pengalaman. Dan pilihan perjalanan lewat darat biasanya menawarkan harga relatif lebih terjangkau.

Dapatkan kemudahan searching berbagai informasi perjalanan dengan sewa modem wifi dalam negeri dari IziRoam. Karena pakai IziRoam akan membuatmu always connected di manapun, kapanpun.

Kali ini, katakan saja titik keberangkatan adalah Jakarta.

DAMRI

Kamu bisa menggunakan Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau DAMRI menuju Tanjung Karang. Angkutan ini terdapat tiga pilihan, yakni bisnis, eksekutif dan royal dengan tarif berkisar Rp 210.000 – 300.000. Kamu juga dapat memesan tiketnya secara online dari website DAMRI, atau memesan langsung ke loket DAMRI yang terletak di Gambir.

Menggunakan moda transportasi ini menawarkan kemudahan karena dengan harga tersebut, kamu cukup duduk tenang dan tada kamu akan tiba di Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung. Tempat perhentian bus DAMRI dari Jakarta.

NGETENG

Ngeteng adalah kata yang kerap terdengar dari traveller yang ingin mengumpulkan cerita dari sebuah perjalanan. Ngeteng berarti menggunakan moda transportasi secara bersambung-sambung, tidak dengan menggunakan satu transportasi menuju lokasi.

Nah, bagi kamu yang lebih suka untuk mengumpulkan potongan-potongan cerita yang tidak akan kamu temukan bila menggunakan transportasi sekali jalan, ngeteng adalah pilihan yang paling tepat.

Bila ingin mengukir cerita yang lebih menarik dan berkesan, kamu bisa menggunakan bus AKAP (Antar kota antar provinsi). Bus ini menghubungkan dua kota yang terletak pada dua provinsi yang berbeda. Tarifnya jauh lebih murah, hanya Rp 50.000 dengan tujuan pelabuhan Merak.

Bus AKAP bisa kamu temukan dengan mudah di terminal rambutan atau di terminal kebon jeruk.

Dari Merak, kamu bisa melanjutkan perjalanan menyeberangi Selat Sunda menuju Pelabuhan Bakauheni dengan biaya Rp 15.000. Di kapal Ferry, pastikan kamu mencari ruang yang gratis yaa, karena ada beberapa ruang yang dibuat sebegitu nyamannya, dan ketika memilih masuk ke ruangan tersebut, eh, ada tambahan tiketnya.

Perlu kamu ketahui juga bahwa kini penumpang kapal Ferry juga diwajibkan untuk menggunakan e-money. Pastikan juga kamu membawanya saat ingin menggunakan jasa angkut Kapal Ferry.

Dari Bakauheni, perjalanan akan berlanjut sekitar 2-3 jam menuju terminal Rajabasa dengan tarif Rp 40.000 menggunakan bus. Selanjutnya, cari angkutan kota (angkot) berwarna biru dengan tujuan Tanjung Karang yang akan berhenti di pasar bawah Ramayana. Ongkosnya hanya Rp 5.000

Menuju Pulau Pahawang

Dari Pasar Bawah Ramayana, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Teluk Betung dengan menggunakan angkot berwarna ungu, lalu kamu bisa berhenti di Gudang Garam dengan tarif yang sama, yakni Rp 5.000.

Dari gudang garam, kami bisa menaiki angkutan pick up menuju Dermaga Ketapang kurang lebih selama satu jam dengan ongkos sebesar Rp 15.000.

Lalu perjalanan ditutup dengan sewa kapal dermaga dari Ketapang menuju Pulau Pahawang. Tarif yang dibanderol sekitar 200.000 – 250.000. Katakan saja kamu datang bersama dengan 5 orang temanmu, jadi kamu hanya perlu mengeluarkan ongkos sebesar Rp 50.000 per orang. Jadi, pastikan kamu datang bersama beberapa teman agar biaya sewa kapal dermaga menuju Pahawang bisa lebih ditekan.

Dan kamu siap untuk mengeksplore Pulau Pahawang yang begituuuu rupawan sembari berburu si ikan “Nemo”. Oh iya, mengingatkan kembali, si “Nemo” cukup dinikmati saja ya, jangan dibawa pulang. Biarkan mereka hidup tenang di habitatnya tanpa ancaman.

Total pengeluaran dalam perjalanan finding Nemo dari Jakarta hanya membutuhkan Rp 360.000 pulang  dan pergi di luar penginapan dan makan. Harga ini berlaku bilang kamu memutuskan untuk ngeteng ya, bukan memilih perjalanan dengan DAMRI.

Itu dia tips murah menemukan “Nemo” di Pulau Pahawang.

Gimana? Siap eksplore Indonesia lebih jauh lagi? Jangan lupa selalu bawa IziRoam dalam setiap perjalananmu yaa.