Mengulik Makanan Khas Dari Sumatera Utara

Iziroam | 06 Sep 2021

Kali ini, IziRoam akan membawamu ke sebuah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni Sumatera Utara. Bagi kamu yang punya rencana untuk mengitari Sumatera Utara begitu Pandemi berakhir, yuk kulik makanan khas dari Sumatera Utara. Apa saja sih makanan khas dari sana? Apa pula keunikan kulinernya? Temukan selengkapnya...

Traveling dan kuliner adalah paket komplet yang terbungkus dalam sebuah tiket perjalanan wisata. Selain mencicipi rasa makanannya, biasanya, kita juga akan berkenalan dengan budaya.

Bicara tentang kuliner, Rene Redzepi, seorang Koki sekaligus pemilik restoran di Denmark yang pernah dinobatkan menjadi restoran terbaik di dunia pernah mengatakan “People will travel anywhere for good food. It’s crazy”

Sejauh apa kamu pernah mengambil langkah untuk menjawab rasa penasaranmu akan cita rasa kuliner di daerah tertentu? Ya, penasaran akan rasa makanan di suatu daerah memang bisa menjadi salah satu motivasi untuk melakukan perjalanan. 

Memang, pandemi masih berjalan dan keinginan untuk traveling mungkin masih terus tertahan. Tapi tak ada salahnya bila mempersiapkan diri mendapatkan berbagai informasi seputar kuliner yang nantinya akan memudahkanmu ketika pintu untuk bepergian terbuka lebih lebar tanpa adanya ancaman kesehatan yang menakutkan.

Kali ini, IziRoam akan membawamu ke sebuah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni Sumatera Utara.

Bagi kamu yang punya rencana untuk mengitari Sumatera Utara begitu Pandemi berakhir, yuk kulik makanan khas dari Sumatera Utara. Apa saja sih makanan khas dari sana? Apa pula keunikan kulinernya?

1. Dengke Naniura

Dengke (dibaca dekke) Naniura adalah salah satu makanan halal yang dapat kamu temukan di Sumatera Utara. Uniknya lagi, makanan ini disajikan tanpa dimasak.

Di dalam bahasa Indonesia, Dengke berarati ikan. Umumnya Dengke Naniura diolah dengan menggunakan ikan mas yang sebelumnya telah dibelah untuk mengeluarkan bagian dalam ikan dan membersihkan duri dari dalamnya.

Bermodalkan rempah-rempah seperti cabai rawit, kunyit, kemiri, jahe, garam, bawang merah, bawang putih, andaliman atau yang dikenal juga dengan merica Batak, serta jeruk jungga atau jeruk purut, Dengke Naniurapun bisa diolah.

Proses pematangan Dekke Naniura tejadi oleh asam dari jeruk Jungga yang dapat menyebabkan perubahan struktur protein sehingga daging ikan menjadi lunak, mengurangi bau amis ikan mentah, serta menurunkan pH sehingga dapat menghambat aktivitas mikroorganisme. Hilangnya bau amis dan terhambatnya aktivitas mikroorganisme itulah yang menyebabkan ikan menjadi aman untuk dikonsumsi.

Diolah dengan campuran berbagai rempah membuat cita rasa Dengke Naniura lebih kaya dan lezat.

Makanan ini bisa dengan mudah ditemukan di Sumatera Utara. Dan yang terpenting adalah, makanannya juga halal.

2. Dengke arsik

Dengke Arsik memiliki beberapa persamaan dengan Dengke Naniura. Sama-sama diolah dengan memanfaatkan ikan mas dan kaya akan rempah.

Bedanya, bila Dengke Naniura diolah dengan terlebih dahulu dibelah dan pematangannya memanfaatkan asam dari jeruk, maka Dengke Arsik diolah dengan ikan utuh di atas api sedang hingga air yang digunakan untuk mengolah ikan tersebut marsik.

Marsik dalam bahasa Indonesia disebut juga kering. Konsep proses pengolahannya cukup mendeskripsikan nama makanan ini. Ikan yang diolah hingga airnya kering, dan tekstur ikan melunak.

Tak kalah lezat dari Dengke Naniura, Dengke Arsik diperkaya lagi dengan kenikmatan sayur kacang panjang dan bawang lokio atau bawang batak.

Kedua sayuran ini dimasukkan di tengah-tengah pengolahan dengke hingga teksturnya sama-sama lunak sehingga terasa lebih nikmat saat dimakan. Dan tentu saja, makanan ini halal untuk dikonsumsi.

3. Dali ni horbo

Dali ni horbo dikenal juga sebagai keju Batak. Horbo berarti Kerbau. Sesuai namanya, Dali no horbo terbuat dari susu Kerbau dengan campuran aloe vera atau lidah buaya (Beberapa orang juga menggunakan Nanas atau daun pepaya) yang ditumbuk dan garam. Campuran tersebut kemudian direbus tanpa diaduk. Cairan rebusannya dibiarkan mendidih hingga mengental lalu didinginkan sebelum disajikan.

Dali ni horbo memiliki cukup banyak kandungan gizi seperti mineral, vitamin serta rendah koleterol sehingga sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan. Teksturnya kenyal, berwarna putih dengan campuran warna hijau yang berasal dari bahan tambahan (campuran warna tergantung bahan tambahan yang dicampurkan). Bila dikonsumsi, makanan ini sangat lekat dengan rasa gurih dan asin yang nikmat.

4. Mie Gomak

Pemberian nama Mie Gomak berasal dari beberapa sumber. Ada yang menyebutkan bahwa disebut mie gomak karena proses penyajiannya yang di­gomak-gomak atau dalam bahasa Indonesia berarti digenggam pakai tangan.

Dalam kondisi mentah, mie gomak berbentuk lidi dengan tekstur yang sedikit keras. Namun bila sudah direbus, makanan ini menjadi lembut. Penyajiannya ada dua macam, digoreng atau berkuah. Bisa disesuaikan dengan selera saja.

Mie gomak berkuah disajikan dengan berbagai campuran sayur seperti buncis, irisan tipis dari wortel hingga labu siam. Bagi beberapa orang, ada juga yang menambahkan tahu, tempe sebagai pelengkap mie.

Rasanya luar biasa. Kenikmatan yang berasal dari berbagai sayuran, gurih dari campuran tahu, tempe dan santan serta tambahan kerupuk goreng membuat makanan ini menjadi lebih sedap. Terutama bila dikonsumsi dalam kondisi panas saat hari sedang hujan.

5. Kacang Sihobuk

Menurut sejarah, Kacang Sihobuk dibuat oleh warga setempat sebagai bentuk peringatan atas kejadian longsor yang menimpa warga Sihobuk pada 1982 dan menelan 12 orang korban jiwa

Kacang Sihobuk adalah makanan ringan atau jajanan khas dari Desa Sihobuk yang terletak di Tarutung tepatnya di Tapanuli Utara. Jajanan ini juga kerap dijadikan buah tangan oleh mereka yang berkunjung ke Tarutung.

Kacang Sihobuk diproses dari kacang terbaik yang dipilih oleh produsen. Usai melewati berbagai proses pengolahan, Kacang Sihobuk akan disangrai dengan api kecil selama 3-4 dan terus diaduk agar kematangannya merata.

Oleh-oleh dari Tarutung ini juga menawarkan rasa gurih. Sangat cocok untuk dijadikan kudapan saat berkumpul bersama keluarga.

Itu dia beberapa informasi seputar makanan khas yang berasal dari Sumatera Utara. Temukan informasi kuliner Nusantara lain dengan menggunakan WiFi murah Indonesia yang bisa kamu dapatkan di IziRoam.