Rekomendasi Aplikasi Meeting Online  

Iziroam | 12 Mar 2021

PPKM Mikro diberlakukan di daerah Jawa dan Bali. Sebanyak 50% karyawan masih melaksanakan pekerjaannya dari rumah atau yang dikenal dengan istilah Work From Home (WFH). Berikut adalah tiga rekomendasi aplikasi meeting online yang dapat kamu gunakan selama WFH.

Pemberlakuan PPKM Mikro oleh Pemerintah

Covid-19 belum juga usai. Setelah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kini Pemerintah menerapkan PPKM Mikro sejak kemarin 9 Maret hingga tanggal 22 Maret mendatang.

Ada tiga ketentuan yang ditetapkan pada PPKM Mikro:

1. Pemerintah membentuk posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19 dan ketetapan ini tidak ada di PPKM sebelumnya.

2. Pada PPKM jilid 1, restoran dan pusat perbelanjaan hanya bisa beroperasi hingga pukul 19.00. PPKM jidil 2, jam operasional dilonggarkan dan bisa beroperasi hingga pukul 20.00. Sedangkan pada PPKM Mikro, jam operasional restoran dan pusat perbelanjaan hingga pukul 21.00

3. Pembatasan di kantor pada PPKM adalah 25% work from office (WFO), dan 75% work from home (WFH). Sedangkan pada PPKM Mikro pembatasan dilakukan dengan persentase 50% karyawan WFO dan 50% WFH.

Dengan masih tingginya angka karyawan yang bekerja dari rumah, maka aplikasi yang dapat mendukung meeting online masih sangat dibutuhkan. Berikut adalah beberapa rekomendasi aplikasi meeting online yang dapat kamu manfaatkan jika masih menjalani WFH:

1. Zoom

Zoom merupakan sebuah aplikasi komunikasi menggunakan video yang dapat digunakan dalam berbagai perangkat seperti seluler maupun desktop. Aplikasi ini dimanfaatkan berbagai perusahaan untuk melakukan perjumpaan tatap muka berjarak jauh dengan jumlah yang cukup banyak.

Meski di awal kemunculannya Zoom sempat dibombardir dengan berita tentang keamanan data pengguna yang rentan bocor, faktanya pengguna Zoom terus saja meningkat.

Tanggal 24 April 2020 lalu saja, meski terbilang baru, zoom telah berhasil mengumpulkan 300jt partisipan pertemuan zoom. Peningkatan angka ini terbilang sangat tinggi dibandingkan partisipan pertemuan zoom di bulan Desember 2019 yang hanya berhasil mencapai 10jt saja.

Hingga saat ini, ketika melakukan webinar, perusahaan-perusahaan besar memilih penggunaan zoom sebagai media pertemuan antara pemilik acara dan para undangan. Umumnya, untuk mendapatkan lebih banyak lagi tamu undangan, hasil dari Zoom meeting akan direkam kembali dan ditayangkan secara langsung melalui YouTube.

Selain berhasil untuk mendapatkan lebih banyak partisipan, cara ini juga banyak dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengelola YouTube perusahaan terkait yang saat ini mulai banyak pula digunakan.

2. Google Meet

Google Meet merupakan layanan komunikasi video yang dikembangkan oleh Google. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dirancang untuk menggantikan Google Hangouts yang telah dihentikan 2019 yang lalu.

Jika Zoom dapat menampung hingga 200an bahkan lebih partisipan, maka Google Meet hanya mampu menampung 100 orang dalam satu sesi dapat daring. Namun, sama seperti Zoom, aplikasi ini dapat dimanfaatkan baik lewat seluler maupun lewat desktop.

3. WhatsApp

Jika Zoom dan Google Meet dapat menampung ratusan partisipan dalam satu kali sesi rapat virtual, maka WhatsApp hanya mampu menampung maksimal 50 partisipan saja.

Namun, sebagai salah satu aplikasi berbasis chat yang paling banyak digunakan, WhatsApp selalu menjadi pilihan pertama jika rapat virtual hanya dihadiri beberapa orang saja.

Hal ini dikarenakan penggunaan Zoom dan Google Meet harus menyediakan pranala terlebih dahulu agar partisipan bisa ikut bergabung dalam rapat virtual, sedangkan video call lewat WhatsApp dapat dilakukan secara langsung tanpa terlebih dahulu membuat pranala.

Apapun pilihan aplikasi meeting virtualmu, pastikan koneksi internetmu selalu aman. Pesan IziRoam sekarang, bikin rapat online makin terasa gampang.