COVID-19 Mengubah Cara Traveling, Benarkah?

Iziroam | 26 Jan 2021

Beberapa ahli memberikan pendapatnya terkait perubahan cara traveling setelah berakhirnya pandemi COVID-19. Apa saja kira-kira yang akan berubah?...

Semenjak akhir tahun 2019, Covid-19 pertama kali ditemukan hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hadirnya COVID-19 di berbagai negara, akhirnya menimbulkan berbagai perubahan. Dari cara hidup hingga cara traveling. Dari sisi pariwisata, Indonesia merupakan salah satu negara yang juga mengalami perubahan termasuk cara traveling ini.

Untuk kembali traveling, tentu ada banyak hal yang akan berubah setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Beberapa prediksi mengenai perubahan kebiasaan traveling yang akan terjadi menurut para ahli diantaranya adalah:

Bandara akan mempersiapkan dan menerapkan sistem baru

Bandara akan segera menerapkan sistem baru dimana penumpang tidak perlu berlama-lama lagi saat melakukan check-in, keamanan, gerbang dan imigrasi.

Bandara akan mengembangkan teknologi biometrik, seperti melakukan sistem pengenalan wajah untuk mengidentifikasi dan memeriksa penumpang. Di sisi lain sistem ini akan membantu penumpang untuk mengurangi kontak fisik dengan sesama penumpang lain.

Sistem lainnya yang melibatkan sidik jari seperti Global Entry, dapat beralih ke pemindaian retinal untuk mengurangi tingkat sentuhan pada permukaan di bandara.

Meskipun banyak hal positif yang dapat diterapkan di bandara untuk mengurangi penyebaran Covid-19, terdapat sisi negatif seperti adanya kekhawatiran mengenai privasi penumpang.

Penggunaan masker akan menjadi pemandangan biasa

Sebelum pandemi, traveler mungkin terbiasa berpergian tanpa menggunakan masker. Namun, seiring dengan adanya Covid-19, kebiasaan tersebut mau tidak mau akan berubah dan menjadi terbiasa untuk menggunakan masker, tidak hanya di bandara, penggunaan masker juga akan lumrah terlihat dalam berbagai kesempatan termasuk saat traveling.

Tidak hanya penumpang yang akan berpergian dengan menggunakan masker, traveler juga akan terbiasa melihat pramugari menggunakan masker selama di pesawat. Sementara itu, pramugari juga akan terlihat menggunakan pakaian yang lebih melindungi selama berada di area bandara.

Harga tiket penerbangan akan tetap rendah

Harga tiket penerbangan yang biasanya cukup mahal bagi beberapa orang, kini lebih terjangkau karena penurunan harga tiket pesawat yang cukup drastis. Penurunan ini bahkan terlihat jelas di awal tahun 2021.

Penurunan harga tiket pesawat disebabkan beberapa hal, seperti:

  • Harga minyak yang rendah,
  • Dana talangan Pemerintah yang minim serta,
  • Turunnya permintaan secara significant

 

Asuransi perjalanan akan lebih populer

Pandemi yang telah terjadi membuat banyak traveler maupun pelaku bisnis melirik asuransi perjalanan. Tak hanya akan jadi lebih populer, harga asuransi perjalanan juga diprediksi akan mengalami kenaikan.

Asuransi perjalanan dinilai akan sangat berguna bagi mereka yang melakukan perjalanan, khususnya bagi mereka yang melakukan pemesanan dari jauh hari dan belum mengetahui secara pasti kondisi kesehatan dunia secara umum pada tanggal yang dipesan. 

Hotel akan melakukan sanitasi

Tidak hanya bandara saja, hotel juga akan melakukan transparansi mengenai praktik kebersihan sebagai salah satu cara mereka mengurangi penularan virus.

Hotel mungkin harus membatasi kapasitas orang yang akan menginap dan melakukan pembersihan ruangan dengan menggunakan desinfectan sebelum tamu hotel masuk.

Hotel juga akan melakukan inovasi baru dimana tamu hotel dapat check-in dengan menggunakan smartphone sehingga mengurangi sentuhan pada permukaan hotel maupun kontak fisik dengan bell boy.

Lebih menyukai wisata lokal

Minat perjalanan ke luar negeri akan menurun, sedangkan wisata lokal akan meningkat. Perjalanan wisata lokal akan lebih dinikmati dikarenakan mudahnya melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman serta jarak yang jauh lebih dekat.

Perjalanan darat menjadi hal yang populer

Perjalanan darat diprediksi akan sangat populer dan diminati oleh banyak orang karena merupakan cara paling mudah untuk traveler melepas rindu dari terakhir kali mereka melakukan perjalanan. 

Perjalanan darat sangat berhubungan dengan rest area, sehingga rest area juga dinilai akan mengalami perubahan untuk mengurangi interaksi antar manusia.

Di sisi lain, drive thru menjadi salah satu pilihan yang tepat diterapkan untuk mengurangi terjadinya penularan virus.

Seluruh manusia berharap dunia cepat kembali normal sehingga industri perjalanan mampu mengambil langkah yang tepat agar industri perjalanan dapat berjalan kembali tanpa menjadi kluster baru penularan virus COVID-19.